Pesta Olahraga Asia Tenggara (bahasa Inggris: Southeast Asian Games) atau biasa disingkat SEA Games adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di SEA Games di bawah naungan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (bahasa Inggris: Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Saat ini kita semua seperti tersihir dengan penampilan Timnas Sepak Bola kita, mulai dari penyisihan dan sampai babak semifinal Timnas kita selalu menang. Hampir semua kalangan berubah menjadi seolah-olah suka menonton sepak bola. Berbagai kalangan mulai rakyat jelata, para professional, pejabat negara, para politisi dan tak ketinggalan presiden dan ibu negara turut berbangga atas prestasi timnas ini dan menjadi saksi langsung di lapangan sepak bola Gelora Bung Karno untuk menyaksikan kehebatan timnas ini. Saya sendiri menjadi saksi langsung di Gelora Bung Karno baik saat babak penyisihan maupun pada babak semifinal akan keberhasilan Timnas ini. Media massa dan media cetak pun tak ketinggalan menjadikan keberhasilan timnas ini menjadi berita utama. Bahkan para anggota keluarga dari anggota timnas menjadi sasaran berita, sebagaian dari mereka menjadi selebritis dadakan. Euphoria adalah kata yang tepat digunakan untuk menunjukkan betapa kita semua tersihir atas prestasi timnas sepak bola ini dan pada akhirnya demi euphoria masyarakat rela berkorban untuk menunjukkan euphoria tersebut.

Seagames adalah pesta olahraga se Asia Tenggara. Pesta olahraga ini dimulai tahun 1950an dengan nama Peninsular Games dan diadakan setiap 3 tahun sekali, namun Indonesia belum ikut serta pada tahun itu, pesertanya Cuma ada Thailand, Malaysia, Myanmar, Vietnam. Semenjak tahun 1977 Peninsular Games berganti nama menjadi Sea Games dan diadakan setiap 2 tahun sekali, baru Indonesia ikut serta dalam pesta olahraga terbesar se Asia Tenggara itu.
Seagames tahun 2011 ini adalah seagames ke 28, dan Indonesia sudah 4 kali menjadi tuan rumah yaitu pada tahun 1979, 1987, 1997, dan 2011. Seagames tahun ini diadakan di Palembang dengan 18 cabang dan 24 cabang di Jakarta, dari tanggal 11-22 november 2011. Seagames ini dibuka secara resmi oleh presiden SBY dan ditutup oleh wapres Budiyono. Anggota atau peserta Seagames yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Laos, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Seagames tahun ini Indonesia meraih juara umum dengan perolehan 182 emas, 143 perak, 141 perunggu.
Seagames kali ini serasa berbeda dengan Seagames terdahulu, terutama dalam bidang olahraga sepakbola. sangat menarik minat rakyat Indonesia untuk menyaksikannya secara langsung, dan mendukung timnas indonesia. walaupun tidak hanya dibidang sepakbola saja tapi semua bidang olahraga mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia.

Euphoria sendiri dari sudut kesehatan mental merupakan suatu hal yang positif. Euphoria adalah merupakan bentuk rasa senang dan orang yang mengalami euphoria secara kejiwaan berada dalam keadaan baik. Euphoria ini bisa membuat kita lupa sesaat akan berbagai permasalahan yang menekan. Rasa senang akan keberhasilan merupakan faktor kejiwaan yang positif. Rasa euphoria inilah yang sering diharapakan para pemakai Narkoba untuk melupakan permasalahan yang dialami pemakai narkoba tersebut. Euphoria timbul karena adanya pelepasan hormon endorphin (morfin endogen). Endorphin biasanya dilepaskan saat kita berolahraga, kegembiraan, mengkonsumsi makanan yang pedas, perasaan cinta dan orgasme. Endorphin akan bekerja seperti opiod yaitu sebagai penghilang rasa sakit dan menimbulkan rasa senang. Makin kita tereksitasi terhadap euophoria ini misal dengan tertawa terbahak-bahak membuat pelepasan endorphin ini semakin banyak. Euphoria juga membuat orang rela menghabiskan koceknya untuk membeli berbagai atribut dan juga membeli tiket untuk menonton di gelora Bung Karno bahkan untuk turut hadir di Stadiun Nasional Bukit Jalil Malaysia.

Kenapa euphoria tersebut bisa terjadi secara masif? Keberhasilan timnas saat ini merupakan penghibur ditengah-tengah kedukaan yang sedang terjadi yang melanda bangsa kita. Saat ini bencana alam secara berturut-turut melanda bangsa kita mulai dari banjir bandang di Wasior Papua, Tsunami di Mentawai serta meletusnya gunung Merapi , bahkan meletusnya gunung Bromo yang saat ini masih berlangsung. Belum lagi kekecewaan terhadapat berbagai hal yang terjadi ditengah masyarakat terhadapat tingkah laku para politisi dan pejabat negara baik pusat maupun daerah. Dari sudut oleh raga kita sepi prestasi dan hampir tidak ada kebanggaan kita atas tim olah raga kita. Prestasi di Asian Games baru lalu menunjukkan bahwa ternyata kita tida bisa menjadi 10 besar terbaik di Asia. Bulutangkis yang diharapkan bangkit ternyata juga belum bangkit-bangkit. Hal ini yang memang akhirnya membuat euphoria masif ini terjadi ketika melihat ada harapan besar dari timnas sepakbola menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Tetapi sayang ternyata euphoria masif ini dilihat dengan jeli dan dimanfaatkan oleh pengusaha, penguasa, PSSI dan para politikus. Euforia inipun telah dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengusaha kaus dan asesoris lain yang memanfaatkan euphoria para supporter timnas ini untuk memiliki atribut yang menunjukkan mereka menjadi fans timnas. Berbagai atribut sebagian besar dengan warna dasar merah disertai lambang garuda atau tulisan Indonesia dicari-cari orang. Saat ini gelora Bung Karno menjadi pasar kaget tempat penjualan berbagai barang terutama kaus dengan atribut lambang burung Garuda dan Indonesia. Hampir semua pasar yang kebetulan kami amati dan termasuk juga beberapa kota besar di pulau jawa termasuk Bandung para pedagang menjual kaus dan atribut terutama anak-anak. Masyarakat pembeli baik dengan rela maupun termasuk akan berusaha mengeluarkan rupiahnya untuk mendapatkan kaus dan atribut tersebut terutama untuk anak-anak mereka.

sumber :
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/11/25/euphoria-sea-games-ke-xxvi-di-bumi-sriwijaya/

blogspot.com/2011/12/euphoria-seagames.html