Tuhan menciptakan kita sesuai dengan rancanganNya.. Ia karuniai kita dengan semua anggota tubuh kita yang memiliki fungsi masing-masing. Namun sayang, banyak orang yang sering kali menilai / melihat segala sesuatu hanya sebatas penampilan luar saja. Tak banyak orang-orang yg mau terlebih dulu melihat sisi “yang lainnya”, yang bukan dari tampak luarnya saja.

Mata yang Tuhan berikan kepada kita memang diciptakan untuk kita bisa melihat segala sesuatu yang ada di depan mata kita. Namun sekali lagi, banyak orang yang “terjebak” dengan penilaian berdasarkan mata jasmaninya saja. padahal, mata jasmani kita hanya akan memberikan pandangan secara fisik saja. Penilaian hanya sebatas permukaan.

Pernah dengar istilah “cinta pada pandangan pertama”??

Banyak orang yang percaya dengan istilah tersebut dan memutuskan untuk membangun hubungan dengan alasan “kecocokan” dari pertama kali bertemu. Sayangnya, banyak anak muda yang tidak peka dalam area ini. Mereka menjalani suatu hubungan dengan alasan cinta sejak pertama jumpa. Mereka sebenarnya tidak mengenal pasangannya atau dengan kata lain, mereka tidak tau dengan siapa mereka menjalani hubungan tersebut dan kemana arahnya. Semua itu dikarenakan sebatas ketertarikan “fisik” saja.

Akhirnya, pasangan tersebut akan menjalani hari-hari mereka dengan perasaan kuatir. Kuatir kalau-kalau pasangannya nanti akan merasakan hal yang sama kepada orang lain, kuatir kalau ia sudah tidak cantik / ganteng lagi dan tidak menarik lagi dimata pasangannya. Ya, cinta yang didasarkan hanya pada pandangan mata jasmani saja hanya akan membuat orang-orang yang ada didalamnya “lelah”. Mereka harus menjaga penampilan mereka sehingga tetap terlihat menarik dimata pasangannya masing-masing.

Bagi kaum wanita, mungkin mereka harus mengeluarkan sejumlah uang dan waktu untuk melakukan perawatan tubuh (walaupun hal tersebut tidak menimbulkan dosa), dan mungkin untuk kaum pria, mereka harus berusaha keras untuk menjaga penampilan dengan “fitness” rutin dan kegiatan lainnya yang bisa membuat mereka terlihat semakin “keren”, memiliki banyak uang, mobil mewah, dll yang bisa membuat sang wanita tertarik.

Sekali lagi, hubungan tersebut hanya akan membuat banyak pasangan menjadi “lelah” dan mungkin “frustasi”. Tidak lama kemudian, mereka akan merasa bosan satu dengan yang lainnya. Sebenarnya, mereka hanya lelah karena tidak bisa menjadi diri sendiri dan apa adanya di depan pasangan mereka.

Banyak pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka, namun tidak sedikit pula yang memilih untuk bertahan. Masalah selanjutnya yang muncul adalah “posesif” dan “hilangnya kepercayaan”. Ya,bagi pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka, tentu saja mereka berpikiran bahwa masih banyak orang lain diluar sana yang lebih cantik / tampan, lebih kaya, lebih pintar, dan lebih sebagainya. Padahal, justru mereka akan menemui masalah yang sama dengan pasangan baru mereka seperti apa yang pernah mereka alami sebelumnya, selama mereka memandang pasanganya dengan mata jasmani saja.

Tuhan tidak pernah mengajari kita untuk melihat segala sesuatu hanya dengan mata jasmani saja. Sadar atau tidak, seringkali pandangan dengan mata jasmani membuat seseorang menjadi sombong ketika ia melihat bahwa dirinya lebih cantik / tampan, lebih menarik, lebih pintar dll. Melihat dengan mata juga seringkali membuat orang-orang terpaku pada keadaan di sekelilingnya dan mengikis kepercayaannya akan iman yang dimilikinya. Tentu saja, hal tersebut akan mendatangkan kedukaan bagiNya.

Tuhan telah lebih dulu menetapkan pasangan kita untuk menjadi partner seumur hidup kita. Bukan pasangan yang kita dapatkan hanya karena selera kita menurut pandangan mata kita saja, tapi pasangan yang ditetapkan Tuhan untuk memperlengkapi dan mendukung kita dalam “proyekNya”. Tentu saja, hal tersebut tidak bisa kita dapatkan hanya dengan pengenalan sesaat saja. Tuhan sendiri juga telah menyiapkan prosesnya, dimana kita bisa mengenalnya tanpa harus “coba-coba”, namun pengenalan pribadinya secara utuh, yang penuh dengan kemurnian. Tidak akan membuat kita merasa “lelah” atau sakit hati, karena segala sesuatu yang Allah tetapkan untuk kita itu baik!!

Tuhan akan menganugerahi kita seorang pasangan yang bisa menjadi rekan kerja, dan pendukung setia, asal kita ijinkan Tuhan yg memproses itu semua. Dapat dipastikan bahwa pasangan tersebut tidak akan membuat kita sibuk dengan penampilan “fisik” dan segala bentuk “kepura-puraan” kita dihadapannya agar ia tertarik.

Ya, Tuhan akan mengajak kita untuk belajar melihat tidak hanya dengan mata jasmani namun dari segala sisi, yang hanya bisa kita lihat dan pahami ketika kita melekat dan peka denganNya.